Sabtu, 01 Desember 2012

Jurnal-Jurnal Ilmiah yang Open Source


Bagi sahabat-sahabat yang membutuhkan jurnal-jurnal ilmiah secara gratis, silakan buka situs-situs berikut ini. Hampir seribu jurnal ilmiah yang dapat didownload secara gratis. Selamat menikmati dan semoga bermanfaat bagi riset yang sedang kita lakukan. Semoga tidak ada lagi keluhan kesulitan mendapatkan makalah ilmiah.


1) BENTHAM OPEN publish over 250 peer-reviewed open access journals.
http://www.bentham.org/open/

2) Hindawi Publishing Corporation Hindawi is a rapidly growing academic publisher with 200+ Open Access journals covering all major areas of science, technology, and medicine.

http://www.hindawi.com

3) Japan Science and Technology Information Aggregator, Electronic
http://www.jstage.jst.go.jp/browse/

4) Institute of Physics Makalah-makalah yang diterbitkan IOP dalam satu bulan terakhir gratis untuk didownload.
 http://www.iop.org/

5) Directory of open access journals (DOAJ)
http://www.doaj.org/

6) Open Journal Systems
http://pkp.sfu.ca/ojs/

7) BioMed Central
http://www.biomedcentral.com/

Kamis, 01 November 2012

Bagaimana Merintis Jurnal Ilmiah

Oleh: Prof. Dr.Eng. Mikrajuddin Abdullah, M.Si.

Barangkali ada yang berminat merintis sebuah jurnal ilmiah? Prosedurnya tidak terlalu sulit. 

Yang pertama tentu saja mengajukan permohonan ISSN ke Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) LIPI. 

Pengajuan ISSN dilakukan secara online melalui situs http://issn.lipi.go.id. Pada saat pengajuan ini, bahan-bahan yang harus dipersiapkan adalah: 

1) Sampul depan jurnal yang akan dibuat. Pada sampul tersebut harus tertera contoh penulisan volume, nomor, dan tahun terbit. 

2) Halaman daftar isi. 

3) Halaman daftar Dewan Redaksi. 

4) Bukti pembayaran biaya administrasi pengurusan nomor ISSN. 

5) Mengisi formulir permohonan ISSN Dokumen-dokumen pada nomor 
1) sampai 4) dalam bentuk softcopy. 

Lebih baik semuanya di-ZIP dalam satu file. 

Biaya administrasi ISSN dibayarkan ke a/n PDII LIPI No. 070-0000089198 

Bank Mandiri Cabang Graha Citra Caraka Kantor Telkom Pusat, Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

Tidak sampai satu minggu, PDII LIPI akan mengirimkan ISSN yang diajukan dalam bentuk angka dan barcode. Jurnal siap dijalankan. Masalah utama dalam penerbitan jurnal bukan pada bagaimana memulai jurnal tersebut, tetapi bagaimana mempertahankan agar jurnal tersebut tetap berjalan. 

Kendala besar adalah ketersediaan makalah. Jurnal yang baru lahir tentu belum terakreditas. Para penulis akan berpikir berkali-kali untuk mengirim makalah ke jurnal yang belum terakreditasi karena nilai kum yang rendah. 

Jurnal tidak terakreditasi hanya memiliki kum 10 sedangkan yang terakreditasi memiliki kum 25. 

Dan syarat pengajuan akreditasi adalah jurnal tersebut harus telah terbit minimum enam nomor. Oleh karena itu, para pengelola jurnal harus berjibaku “menyambung nyawa” jurnal tersebut minimal dalam enam nomor pertama. 

Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah: 

1) Para pengelola jurnal termasuk editor menjadi pengisi jurnal tersebut. Mungkin ini akan merendahkan nilai akreditasi, karena penulis jurnal kebanyakan adalah pengelola sendiri. Tetapi apa boleh buat. Itu lebih baik daripada jurnal tidak terbit karena tidak ada makalah. Setelah akreditasi dicapai, berapa pun skornya, mungkin akan mulai ada penulis yang mengirim makalah di jurnal tersebut. 

2)“Mengemis” para kolega dekat untuk ikhlas mengirim makalah ke jurnal tersebut. Barangkali mengontak teman-teman di luar negeri yang mungkin memiliki sisa-sisa data yang dapat dijadikan makalah untuk jurnal yang kita kelola. 

3) Mengadakan seminar nasional secara rutin dan makalah seminar yang terpilih akan diterbitkan dalam jurnal tersebut. Mungkin para penulis tidak akan keberatan. Jika makalahnya diterbitkan di prosiding seminar nasional, nilai kumnya hanya 10. Jika diterbitkan di jurnal yang kita kelola yang belum terakreditasi, nilai kumnya juga 10. 

Jadi tidak penulis dirugikan. Saya kira cuma itu cara yang bisa ditempuh untuk merintis sebuah jurnal ilmiah. Dan memang, memelopori sesuatu itu kadang mudah. Tetapi memelopori sesuatu sampai establish itu sering kali sulit. Banyak batu sandungan dan ujian di sini. 

Selamat mencoba.

Minggu, 01 April 2012

Fundamentals of Physics



Lecture 19 - Quantum Mechanics I: Key Experiments and Wave-Particle Duality





Overview

 

 

The double slit experiment, which implies the end of Newtonian Mechanics, is described. The de Broglie relation between wavelength and momentum is deduced from experiment for photons and electrons. The photoelectric effect and Compton scattering, which provided experimental support for Einstein's photon theory of light, are reviewed. The wave function is introduced along with the probability interpretation. The uncertainty principle is shown to arise from the fact that the particle's location is determined by a wave and that waves diffract when passing a narrow opening.

Resources

 


Course Media

Transcript

html

Audio

mp3

Low Bandwidth Video

mov [100MB]

High Bandwidth Video

mov [500MB]

Sumber:

University of Yale Open Course Ware

Prof. Ramamurti Shankar, Ph.D. (His website)

Ucapan Terima Kasih Kepada:

Dosen-dosen Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia

Disusun Ulang Oleh:

Arip Nurahman Pendidikan Fisika, FPMIPA. 
Universitas Pendidikan Indonesia &

Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.