Tampilkan postingan dengan label Organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Organisasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Januari 2013

Panduan Menulis Jurnal Ilmiah

Oleh:  Ayu Rahayu Elfitri
 
Ada banyak panduan yang bisa membantu Anda dalam menulis sebuah jurnal ilmiah. Panduan yang satu ini, mungkin bisa dijadikan referensi. 

Format umum untuk jurnal ilmiah biasanya terdiri dari: 

1. Judul; 
2. Abstrak; 
3. Pendahuluan;
4. Bahan dan metode;
5. Hasil;
6. Pembahasan; 
7. Kesimpulan; 
8. Daftar pustaka. 

1. Judul 

Setiap jurnal ilmiah harus memiliki judul yang jelas. Dengan membaca judul, akan memudahkan pembaca mengetahui inti jurnal tanpa harus membaca keseluruhan dari jurnal tersebut. Misalnya, judul "Laporan Lab Biologi". Dengan judul seperti ini, maka tidak ada pembaca yang mau membacanya karena tidak menggambarkan isi jurnal. Contoh judul yang jelas, misalnya "Pengaruh Cahaya dan Suhu terhadap Pertumbuhan Populasi Bakteri Escherichia Coli". Judul ini sudah sedikit banyak melaporkan isi dari jurnal. 

2. Abstrak 

Abstrak berbeda dengan ringkasan. Bagian abstrak dalam jurnal ilmiah berfungsi untuk mencerna secara singkat isi jurnal. Abstrak di sini dimaksudkan untuk menjadi penjelas tanpa mengacu pada jurnal. Bagian abstrak harus menyajikan sekitar 250 kata yang merangkum tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Jangan gunakan singkatan atau kutipan dalam abstrak. Pada abstrak harus dapat berdiri sendiri tanpa catatan kaki. Abstrak ini biasanya ditulis terakhir. Cara mudah untuk menulis abstrak adalah mengutip poin yang paling penting di setiap bagian jurnal. Kemudian menggunakan poin-poin untuk menyusun sebuah deskripsi singkat tentang studi Anda. 

3. Pendahuluan 

Pendahuluan adalah pernyataan dari kasus yang Anda diselidiki, yang memberikan informasi kepada pembaca untuk memahami tujuan spesifik Anda dalam kerangka teoritis yang lebih besar. Bagian ini juga dapat mencakup informasi tentang latar belakang masalah, seperti ringkasan dari setiap penelitian yang telah dilakukan dan bagaimana sebuah percobaan akan membantu untuk menjelaskan atau memperluas pengetahuan dalam bidang umum. Semua informasi latar belakang yang dikumpulkan dari sumber lain harus menjadi kutipan. Catatan: Jangan membuat pendahuluan terlalu luas. Ingat saja bahwa Anda menulis jurnal untuk rekan yang juga memiliki pengetahuan yang sama dengan Anda. 

4. Bahan dan Metode 

Bagian ini menjelaskan ketika percobaan telah dilakukan. Peneliti menjelaskan desain percobaan, peralatan, metode pengumpulan data, dan jenis pengendalian. Jika percobaan dilakukan di alam, maka penulis menggambarkan daerah penelitian, lokasi, dan juga menjelaskan pekerjaaan yang dilakukan. Aturan umum yang perlu diingat adalah bagian ini harus memaparkan secara rinci dan jelas sehingga pembaca memiliki pengetahuan dan teknik dasar agar bisa diduplikasikan. 

5. Hasil 

Di sini peneliti menyajikan data yang ringkas dengan tinjauan menggunakan teks naratif, tabel, atau gambar. Ingat hanya hasil yang disajikan, tidak ada interpretasi data atau kesimpulan dari data dalam bagian ini. Data yang dikumpulkan dalam tabel/gambar harus dilengkapi teks naratif dan disajikan dalam bentuk yang mudah dimengerti. Jangan ulangi secara panjang lebar data yang telah disajikan dalam tabel dan gambar. 

6. Pembahasan 

Pada bagian ini, peneliti menafsirkan data dengan pola yang diamati. Setiap hubungan antar variabel percobaan yang penting dan setiap korelasi antara variabel dapat dilihat jelas. Peneliti harus menyertakan penjelasan yang berbeda dari hipotesis atau hasil yang berbeda atau serupa dengan setiap percobaan terkait dilakukan oleh peneliti lain. Ingat bahwa setiap percobaan tidak selalu harus menunjukkan perbedaan besar atau kecenderungan untuk menjadi penting. Hasil yang negatif juga perlu dijelaskan dan mungkin merupakan sesuatu yang penting untuk diubah dalam penelitian Anda. 

7. Kesimpulan 

Bagian ini hanya menyatakan bahwa peneliti berpikir mengenai setiap data yang disajikan berhubungan kembali pada pertanyaan yang dinyatakan dalam pendahuluan. Dengan mengacu pada bagian pendahuluan dan kesimpulan, seorang pembaca harus memiliki ide yang baik dari penelitian ini, meski pun hanya rincian spesifik.

8. Daftar Pustaka 

Semua informasi (kutipan) yang didapat peneliti harus ditulis sesuai abjad pada bagian ini. 

Hal tersebut berguna untuk pembaca yang ingin merujuk pada literatur asli. 

Perhatikan bahwa referensi yang dikutip benar-benar disebutkan pada jurnal Anda. 

Selamat menulis!

Sabtu, 01 Desember 2012

Jurnal-Jurnal Ilmiah yang Open Source


Bagi sahabat-sahabat yang membutuhkan jurnal-jurnal ilmiah secara gratis, silakan buka situs-situs berikut ini. Hampir seribu jurnal ilmiah yang dapat didownload secara gratis. Selamat menikmati dan semoga bermanfaat bagi riset yang sedang kita lakukan. Semoga tidak ada lagi keluhan kesulitan mendapatkan makalah ilmiah.


1) BENTHAM OPEN publish over 250 peer-reviewed open access journals.
http://www.bentham.org/open/

2) Hindawi Publishing Corporation Hindawi is a rapidly growing academic publisher with 200+ Open Access journals covering all major areas of science, technology, and medicine.

http://www.hindawi.com

3) Japan Science and Technology Information Aggregator, Electronic
http://www.jstage.jst.go.jp/browse/

4) Institute of Physics Makalah-makalah yang diterbitkan IOP dalam satu bulan terakhir gratis untuk didownload.
 http://www.iop.org/

5) Directory of open access journals (DOAJ)
http://www.doaj.org/

6) Open Journal Systems
http://pkp.sfu.ca/ojs/

7) BioMed Central
http://www.biomedcentral.com/

Kamis, 01 November 2012

Bagaimana Merintis Jurnal Ilmiah

Oleh: Prof. Dr.Eng. Mikrajuddin Abdullah, M.Si.

Barangkali ada yang berminat merintis sebuah jurnal ilmiah? Prosedurnya tidak terlalu sulit. 

Yang pertama tentu saja mengajukan permohonan ISSN ke Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) LIPI. 

Pengajuan ISSN dilakukan secara online melalui situs http://issn.lipi.go.id. Pada saat pengajuan ini, bahan-bahan yang harus dipersiapkan adalah: 

1) Sampul depan jurnal yang akan dibuat. Pada sampul tersebut harus tertera contoh penulisan volume, nomor, dan tahun terbit. 

2) Halaman daftar isi. 

3) Halaman daftar Dewan Redaksi. 

4) Bukti pembayaran biaya administrasi pengurusan nomor ISSN. 

5) Mengisi formulir permohonan ISSN Dokumen-dokumen pada nomor 
1) sampai 4) dalam bentuk softcopy. 

Lebih baik semuanya di-ZIP dalam satu file. 

Biaya administrasi ISSN dibayarkan ke a/n PDII LIPI No. 070-0000089198 

Bank Mandiri Cabang Graha Citra Caraka Kantor Telkom Pusat, Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

Tidak sampai satu minggu, PDII LIPI akan mengirimkan ISSN yang diajukan dalam bentuk angka dan barcode. Jurnal siap dijalankan. Masalah utama dalam penerbitan jurnal bukan pada bagaimana memulai jurnal tersebut, tetapi bagaimana mempertahankan agar jurnal tersebut tetap berjalan. 

Kendala besar adalah ketersediaan makalah. Jurnal yang baru lahir tentu belum terakreditas. Para penulis akan berpikir berkali-kali untuk mengirim makalah ke jurnal yang belum terakreditasi karena nilai kum yang rendah. 

Jurnal tidak terakreditasi hanya memiliki kum 10 sedangkan yang terakreditasi memiliki kum 25. 

Dan syarat pengajuan akreditasi adalah jurnal tersebut harus telah terbit minimum enam nomor. Oleh karena itu, para pengelola jurnal harus berjibaku “menyambung nyawa” jurnal tersebut minimal dalam enam nomor pertama. 

Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah: 

1) Para pengelola jurnal termasuk editor menjadi pengisi jurnal tersebut. Mungkin ini akan merendahkan nilai akreditasi, karena penulis jurnal kebanyakan adalah pengelola sendiri. Tetapi apa boleh buat. Itu lebih baik daripada jurnal tidak terbit karena tidak ada makalah. Setelah akreditasi dicapai, berapa pun skornya, mungkin akan mulai ada penulis yang mengirim makalah di jurnal tersebut. 

2)“Mengemis” para kolega dekat untuk ikhlas mengirim makalah ke jurnal tersebut. Barangkali mengontak teman-teman di luar negeri yang mungkin memiliki sisa-sisa data yang dapat dijadikan makalah untuk jurnal yang kita kelola. 

3) Mengadakan seminar nasional secara rutin dan makalah seminar yang terpilih akan diterbitkan dalam jurnal tersebut. Mungkin para penulis tidak akan keberatan. Jika makalahnya diterbitkan di prosiding seminar nasional, nilai kumnya hanya 10. Jika diterbitkan di jurnal yang kita kelola yang belum terakreditasi, nilai kumnya juga 10. 

Jadi tidak penulis dirugikan. Saya kira cuma itu cara yang bisa ditempuh untuk merintis sebuah jurnal ilmiah. Dan memang, memelopori sesuatu itu kadang mudah. Tetapi memelopori sesuatu sampai establish itu sering kali sulit. Banyak batu sandungan dan ujian di sini. 

Selamat mencoba.

Rabu, 18 Februari 2009

Visi dan Misi

Jurnal Internasional Pendidikan Fisika


Visi


Misi


Program


Fokus

Jumat, 30 Januari 2009

Scientific Journal

In academic publishing, a scientific journal is a periodical publication intended to further the progress of science, usually by reporting new research. There are thousands of scientific journals in publication, and many more have been published at various points in the past (see list of scientific journals). Most journals are highly specialized, although some of the oldest journals such as Nature publish articles and scientific papers across a wide range of scientific fields. Scientific journals contain articles that have been peer reviewed, in an attempt to ensure that articles meet the journal's standards of quality, and scientific validity

Although scientific journals are superficially similar to professional magazines, they are actually quite different. Issues of a scientific journal are rarely read casually, as one would read a magazine. The publication of the results of research is an essential part of the scientific method. If they are describing experiments or calculations, they must supply enough details that an independent researcher could repeat the experiment or calculation to verify the results. Each such journal article becomes part of the permanent scientific record.

The history of scientific journals dates from 1665, when the French Journal des sçavans and the English Philosophical Transactions of the Royal Society first began systematically publishing research results. Over a thousand, mostly ephemeral, were founded in the 18th century, and the number has increased rapidly after that.


Articles in scientific journals can be used in research and higher education. Some classes are partially devoted to the explication of classic articles, and seminar classes can consist of the presentation by each student of a classic or current paper. In a scientific research group or academic department it is usual for the content of current scientific journals to be discussed in journal clubs.

The standards that a journal uses to determine publication can vary widely. Some journals, such as Nature, Science, PNAS, and Physical Review Letters, have a reputation of publishing articles that mark a fundamental breakthrough in their respective fields. In many fields, an informal hierarchy of scientific journals exists; the most prestigious journal in a field tends to be the most selective in terms of the articles it will select for publication, and will also have the highest impact factor. It is also common for journals to have a regional focus, specializing in publishing papers from a particular country or other geographic region, like African Invertebrates.


Articles tend to be highly technical, representing the latest theoretical research and experimental results in the field of science covered by the journal. They are often incomprehensible to anyone except for researchers in the field and advanced students. In some subjects this is inevitable given the nature of the content. Usually, rigorous rules of scientific writing are enforced by the editors; however, these rules may vary from journal to journal, especially between journals from different publishers.

Source: Wikipedia